Asesmen Akreditasi Prodi Teknologi Pendidikan UT: Penguatan Mutu untuk Masa Depan PJJ

Universitas Terbuka (UT) kembali meneguhkan komitmennya sebagai perguruan tinggi pelopor pendidikan jarak jauh di Indonesia melalui pelaksanaan asesmen lapangan akreditasi Program Studi Teknologi Pendidikan (TP) yang berlangsung pada 5–6 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi UT untuk menampilkan konsolidasi tata kelola, mutu akademik, serta inovasi pembelajaran yang selama ini menjadi fondasi penyelenggaraan PJJ berskala nasional.

Asesmen dilaksanakan oleh dua asesor LAMDIK, yakni Prof. Dr. Drs. Darmansyah, S.T., M.Pd. dari Universitas Negeri Padang dan Dr. Utari Dewi, S.Sn., M.Pd. dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Kedua asesor hadir untuk melakukan verifikasi dokumen, wawancara, telaah kurikulum, serta observasi sarana-prasarana pendukung pembelajaran Teknologi Pendidikan di UT.

Kegiatan asesmen dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., yang hadir bersama para Wakil Rektor, Kepala LPPM, Kepala Perpustakaan UT, Kepala Pusat KPM, serta jajaran pimpinan fakultas, termasuk Dekan FKIP UT, Prof. Dr. Ucu Rahayu, M.Sc., beserta para wakil dekan. Hadir pula Ketua Program Studi S1 Teknologi Pendidikan UT, Dra. Marisa, M.Pd., bersama tim task force TP, Gugus Penjaminan Mutu, tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa yang menjadi bagian integral dari proses evaluasi mutu.

Dalam sambutan pembukaannya, Prof. Ali Muktiyanto menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kesediaan para asesor hadir dan memberikan evaluasi konstruktif bagi UT, khususnya Program Studi Teknologi Pendidikan. Beliau menegaskan bahwa asesmen lapangan bukan sekadar proses administratif, tetapi bagian dari siklus peningkatan mutu perguruan tinggi. “Kami berterima kasih kepada para asesor atas waktu dan dedikasi dalam melakukan asesmen. Semua masukan dan saran yang diberikan akan kami catat dengan serius. UT terus berbenah agar tetap unggul dalam menjalankan organisasi dan memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi penyelenggara PJJ terbesar di Indonesia,” ujar Rektor.

Hari pertama asesmen diisi dengan paparan komprehensif mengenai struktur kurikulum, implementasi Outcome-Based Education (OBE), kinerja penelitian dan pengabdian dosen, profil lulusan, serta inovasi pembelajaran digital yang telah dikembangkan Prodi Teknologi Pendidikan UT. Tim task force yang dipimpin Dra. Marisa, M.Pd. menjelaskan berbagai langkah sistematis yang telah ditempuh prodi untuk memastikan keselarasan kurikulum dengan kebutuhan industri, tantangan teknologi, dan tuntutan kompetensi abad ke-21.

Dalam dialog akademik, Prof. Dr. Drs. Darmansyah, S.T., M.Pd. memberikan apresiasi terhadap pencapaian UT dalam penyelenggaraan pendidikan jarak jauh. Menurutnya, UT telah membangun sistem PJJ yang tidak hanya menjangkau seluruh wilayah Indonesia, tetapi juga menjadi rujukan nasional dalam transformasi digital pendidikan. “UT tetap terdepan dalam penyelenggaraan PJJ. Skalanya besar, infrastrukturnya kuat, dan pengalamannya panjang. Namun demikian, implementasi OBE harus terus diperkuat pada tingkat pembelajaran agar lulusan TP benar-benar mencerminkan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja,” ujarnya. Ia menegaskan pentingnya inovasi pedagogis sebagai karakter utama prodi, terutama dalam desain instruksional, analitik pembelajaran, produksi media digital, serta riset teknologi pendidikan.

Sementara itu, Dr. Utari Dewi, S.Sn., M.Pd. menyoroti pentingnya kolaborasi antarprodi Teknologi Pendidikan di Indonesia. Menurutnya, dinamika teknologi yang sangat cepat menuntut kerja sama lintas institusi agar pengembangan keilmuan dan praktik pendidikan dapat bergerak serempak. “Prodi Teknologi Pendidikan harus saling terhubung dan saling menguatkan. Kita perlu membangun ekosistem kolaboratif agar seluruh prodi bisa maju bersama. UT, dengan kapasitas dan jangkauan nasional, memiliki posisi strategis menjadi penggerak kolaborasi tersebut,” tegasnya. Dr. Utari juga memberikan sejumlah catatan teknis mengenai penguatan kurikulum, pelibatan industri kreatif, serta peningkatan keterlibatan mahasiswa dalam proyek berbasis teknologi.

Selama asesmen, para asesor juga berdiskusi secara langsung dengan mahasiswa untuk mendalami pengalaman belajar mereka dalam sistem PJJ UT. Para mahasiswa menyampaikan bahwa teknologi pembelajaran UT—mulai dari modul digital, LMS, tutorial online, hingga ruang belajar virtual—mendukung fleksibilitas dan kemandirian belajar. Masukan mahasiswa ini memperkaya analisis asesor terhadap efektivitas proses pembelajaran dalam konteks realitas PJJ.

Selain menilai aspek akademik, asesor juga mengamati fasilitas yang menunjang layanan pembelajaran, termasuk akses sumber belajar di Perpustakaan UT, dukungan KPM untuk pembinaan akademik mahasiswa, serta kesiapan dosen dalam mengelola pembelajaran berbasis teknologi. Mereka menilai bahwa UT memiliki kapasitas kelembagaan yang kuat untuk terus meningkatkan mutu penyelenggaraan program studi.

Pada penutupan kegiatan, Prof. Ali Muktiyanto kembali menegaskan bahwa seluruh masukan asesor akan ditindaklanjuti dalam kerangka peningkatan mutu berkelanjutan UT. “Kami berkomitmen menjalankan rekomendasi para asesor secara sistematis. UT bergerak menuju penguatan inovasi digital, peningkatan kualitas akademik, dan tata kelola yang semakin profesional. Ini adalah bagian dari perjalanan panjang UT untuk memberikan layanan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia,” tuturnya.

Para asesor menyampaikan apresiasi atas kesiapan, keterbukaan, dan profesionalisme sivitas UT selama proses asesmen. Mereka menilai bahwa Program Studi Teknologi Pendidikan UT memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai prodi rujukan nasional dalam bidang pembelajaran digital dan pendidikan jarak jauh.

Dengan rampungnya asesmen lapangan ini, UT memasuki tahap akhir proses akreditasi. Sivitas UT berharap hasil terbaik dapat diraih sebagai wujud dari kerja keras kolektif seluruh unsur pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Lebih dari sekadar penilaian, asesmen ini memperkuat langkah UT dalam memantapkan diri sebagai institusi pendidikan tinggi modern yang konsisten memajukan kualitas pembelajaran jarak jauh di Indonesia.

Red-Syaikhu.