Kuliah Umum Pendidikan Biologi FKIP UT Angkat Integrasi Etnopedagogi dan Teknologi untuk Konservasi Fauna Endemik

Tangerang Selatan, 4 Juni 2026 – Program Studi S1 Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT) sukses menyelenggarakan Kuliah Umum bertajuk “Integrasi Etnopedagogi dan Teknologi dalam Konservasi Fauna Endemik untuk Penguatan Literasi Lingkungan bagi Generasi Muda” pada Kamis, 4 Juni 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan siaran langsung FKIP TV ini berhasil menjangkau 275 peserta dan penonton dari berbagai daerah di Indonesia.

Kuliah umum ini menjadi bagian dari komitmen Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UT dalam memperluas wawasan mahasiswa dan masyarakat mengenai pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia melalui pendekatan pendidikan yang kontekstual, inovatif, dan berbasis kearifan lokal.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Layanan Pembelajaran, dan Kerja Sama pada FKIP, Dr. Mukti Amini, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa tantangan lingkungan saat ini memerlukan kolaborasi antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai budaya lokal agar upaya konservasi dapat diterima serta dilaksanakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Selanjutnya, Dr. Ahmad Yani, M.Pd., selaku Ketua Program Studi S1 Pendidikan Biologi FKIP UT, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan narasumber yang telah berpartisipasi dalam kegiatan akademik ini. Beliau berharap kuliah umum dapat menjadi sarana penguatan kompetensi mahasiswa calon guru biologi dalam menghadapi isu-isu lingkungan global maupun lokal.

Sebagai narasumber utama, Drs. Kodri Madang, M.Si., Ph.D., dosen Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Sriwijaya, memaparkan pentingnya integrasi etnopedagogi dan teknologi dalam upaya konservasi fauna endemik Indonesia. Beliau menjelaskan bahwa kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun memiliki nilai konservasi yang tinggi dan dapat diperkuat melalui pemanfaatan teknologi digital untuk edukasi, dokumentasi, serta kampanye pelestarian lingkungan.

Dalam paparannya, Dr. Kodri juga menyoroti berbagai contoh fauna endemik Indonesia yang menghadapi ancaman akibat perubahan lingkungan dan aktivitas manusia. Menurutnya, generasi muda perlu dibekali literasi lingkungan yang kuat agar mampu menjadi agen perubahan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati bangsa.

Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi. Berbagai pertanyaan diajukan terkait implementasi etnopedagogi dalam pembelajaran biologi, pemanfaatan teknologi digital untuk konservasi, serta strategi membangun kesadaran lingkungan pada generasi muda. Sesi diskusi dipandu oleh Danang Budi Setyawan, M.Si., dosen Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UT, yang bertindak sebagai moderator.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dengan perkembangan teknologi dalam mendukung konservasi fauna endemik. Pendekatan tersebut dinilai mampu memperkuat literasi lingkungan sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab generasi muda terhadap kelestarian lingkungan hidup.

Kuliah umum ini merupakan salah satu bentuk kontribusi Program Studi S1 Pendidikan Biologi FKIP Universitas Terbuka dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, pelestarian ekosistem daratan, dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu lingkungan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UT berharap dapat terus menghadirkan forum akademik yang inspiratif dan relevan guna mempersiapkan calon pendidik yang adaptif, inovatif, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap keberlanjutan lingkungan di masa depan.