Tangerang Selatan — Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) melaksanakan kegiatan asesmen lapangan terhadap Program Studi S1 Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Terbuka (UT). Kegiatan ini merupakan bagian dari proses penjaminan mutu eksternal yang bertujuan untuk memastikan keterlaksanaan standar pendidikan tinggi kependidikan secara berkelanjutan, sekaligus mendorong peningkatan mutu akademik dan tata kelola program studi.
Asesmen lapangan dilaksanakan selama dua hari dan menghadirkan Tim Asesor LAMDIK, yaitu Prof. Sulistyo Saputro, M.Si., Ph.D. dari Universitas Sebelas Maret dan Prof. Dr. Hairida, M.Pd. dari Universitas Tanjungpura. Pelaksanaan asesmen dilakukan secara luring dan hybrid, selaras dengan karakteristik sistem pembelajaran jarak jauh yang diterapkan oleh Universitas Terbuka.
Kegiatan asesmen secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. dan dihadiri oleh Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D. (Wakil Rektor Bidang Akademik), Prof. Paken Pandiangan, S.Si., M.Si. (Wakil Rektor Bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan), Dr. Hendrian, S.E., M.Si. (Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Bisnis), Prof. Dr. Ucu Rahayu, M.Sc. (Dekan FKIP UT), Direktur UT Daerah, para Kepala Unit strategis lainnya, serta staf di lingkungan UT.
Dalam sambutannya, Rektor UT menegaskan bahwa asesmen lapangan ini merupakan momentum strategis untuk melakukan refleksi dan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan Program Studi Pendidikan Kimia, sekaligus sebagai upaya memperkuat mutu lulusan agar semakin relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan dan masyarakat.

Pada hari pertama, rangkaian kegiatan difokuskan pada asesmen dan verifikasi dokumen akademik, yang mencakup aspek visi keilmuan, kurikulum, proses pembelajaran, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, kerja sama, serta sistem penjaminan mutu internal. Selain itu, Tim Asesor juga melaksanakan wawancara dengan mahasiswa yang dilakukan secara hybrid, yaitu dengan melibatkan mahasiswa yang hadir secara luring maupun daring, guna memperoleh gambaran autentik terkait pengalaman belajar, layanan akademik, serta dukungan pembelajaran yang diberikan oleh program studi.

Masih pada hari yang sama, asesmen dilanjutkan dengan wawancara alumni untuk menelusuri relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia pendidikan. Selanjutnya, dilakukan pula wawancara dengan tenaga kependidikan guna mengkaji peran dan kontribusi layanan administrasi dalam mendukung kelancaran proses akademik dan pembelajaran di Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UT.
Memasuki hari kedua, kegiatan asesmen difokuskan pada observasi praktik pembelajaran, yang bertujuan untuk melihat secara langsung implementasi kurikulum, strategi pembelajaran, serta pemanfaatan teknologi pembelajaran jarak jauh. Tim Asesor juga melaksanakan wawancara dengan dosen untuk mendalami pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, pengembangan keilmuan, serta strategi peningkatan kualitas pembelajaran dan penelitian.
Selain itu, Tim Asesor melakukan kunjungan ke unit pendukung, yaitu Pusat Produksi Bahan Ajar Mandiri (P2BAM) dan Direktorat Sistem Informasi (DSI) Universitas Terbuka. Kunjungan ini dimaksudkan untuk meninjau secara langsung dukungan institusi dalam pengembangan bahan ajar, pemanfaatan teknologi informasi, serta sistem pembelajaran digital yang menjadi kekhasan Universitas Terbuka.

Dalam proses asesmen lapangan, Tim Asesor LAMDIK memberikan berbagai masukan dan rekomendasi konstruktif bagi pengembangan Program Studi S1 Pendidikan Kimia FKIP UT. Beberapa di antaranya meliputi perlunya pendalaman dan penguatan visi keilmuan Pendidikan Kimia yang menjadi pembeda dengan program studi sejenis di perguruan tinggi lain, perluasan dan penguatan jejaring kerja sama, serta pendokumentasian kegiatan akademik dan nonakademik secara lebih rinci dan sistematis.
Asesor juga menekankan pentingnya pengukuran dampak kerja sama Tridharma Perguruan Tinggi, pengembangan pembelajaran yang lebih inklusif dan menyenangkan bagi calon mahasiswa, percepatan studi lanjut dosen, serta pengembangan laboratorium virtual sebagai solusi inovatif dalam mengatasi keterbatasan akses laboratorium fisik. Integrasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis kelokalan ke dalam pembelajaran, peningkatan publikasi ilmiah, peningkatan capaian IPK mahasiswa, serta optimalisasi pelacakan data lulusan turut menjadi perhatian dalam upaya penguatan mutu program studi ke depan.

Secara keseluruhan, kegiatan asesmen lapangan Program Studi S1 Pendidikan Kimia FKIP Universitas Terbuka berlangsung dengan lancar, kondusif, dan penuh semangat kolaboratif. Universitas Terbuka melalui FKIP dan Program Studi Pendidikan Kimia berkomitmen untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi yang diberikan sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat daya saing lulusan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan kimia di Indonesia.