International Community Service “Merencanakan dan Melaksanakan Program untuk Orang Kurang Upaya”

[Tangerang Selatan, 12 September 2024] – Universitas Terbuka (UT) terus berkomitmen dalam memperluas dampak sosial dengan menyelenggarakan workshop internasional bertema Merencana dan Melaksana Program dalam Komuniti untuk Orang Kurang Upaya. Workshop ini terselenggara atas kerja sama internasional bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia dan diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UT. Acara ini berlangsung pada tanggal 12 September 2024 yang dilaksanakan secara hybrid, diikuti oleh para peserta yang hadir secara langsung di Universitas Terbuka dan secara daring melalui kanal Youtube dan Zoom. 

Acara ini menghadirkan pembicara ahli, yaitu YM Tengku Azeezeen Tengku Shamsudeen, seorang dosen senior dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia dan Erna Risnawati, M.Si. dosen di Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Terbuka (UT). Selain itu, acara ini juga dihadiri langsung oleh para dosen Universitas Terbuka dan para guru dari sekolah Dharma Karya. Workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai strategi dan praktik baik dalam merancang serta mengimplementasikan program-program yang berdampak positif bagi individu dengan disabilitas.  

YM Tengku Azeezeen Tengku Shamsudeen sebagai seorang ahli pada sesi pertama berbagi pengalaman yang luas dalam mengembangkan program-program untuk penyandang disabilitas. Beliau berbagi pengetahuan dan pengalamannya dalam merancang program yang inovatif dan berkelanjutan. Miss Azeezeen mengembangkan program-program yang efektif dan relevan dengan kebutuhan khusus penyandang disabilitas, salah satunya yaitu Festival Altruisme 3.0 di Malaysia. 

Selanjutnya pada sesi kedua, Ibu Erna Risnawati, M.Si. membahas mengenai sekolah inklusi menuju masyarakat inklusi. Beliau berbagi tentang kebutuhan bagi orang-orang berkebutuhan khusus. Ibu Erna berkomitmen untuk memberikan akses pendidikan yang setara kepada semua orang, termasuk mereka yang menghadapi berbagai keterbatasan. Dalam workshop ini, Ibu Erna  berbagi pengalaman mengenai penerapan prinsip-prinsip inklusif dalam pendidikan. Salah satunya beliau menyampaikan upaya yang sudah dilakukan oleh Universitas Terbuka dengan menyelenggarakan ujian yang dapat diikuti oleh mahasiswa disabilitias. Selain itu UT juga menyediakan bahan ajar atau modul untuk mahasiswa berkebutuhan khusus berupa audio book. Ibu Erna menyampaikan harapan agar ke depannya UT bersama berbagai institusi bisa mewujudkan masyarakat yang inklusi. 

Setelah pemaparan materi, dilakukan sesi diskusi bersama para peserta yang hadir. Banyak peserta bertanya secara langsung, salah satunya guru dari SMA Dharma Karya berbagi dan bertanya mengenai satu siswanya yang memiliki gangguan kecemasan berlebih lalu mendapat tanggapan dari para narasumber. Selain itu, banyak juga pertanyaan dari peserta yang hadir melalui Zoom. Jumlah peserta yang hadir melalui Zoom sebanyak 110 orang, dan yang hadir secara langsung mencapai 75 orang. 

Melalui kerja sama internasional antara Universitas Terbuka dan Universiti Teknologi Mara, acara ini diharapkan dapat menciptakan dampak jangka panjang dalam peningkatan kesadaran dan pemahaman akan kebutuhan orang disabilitas atau orang kurang upaya, serta mendorong terciptanya lebih banyak program-program yang inklusif dan berkelanjutan di masa mendatang. Universitas Terbuka mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif.