Penyamaan Persepsi Pengembangan Rancangan Mata Kuliah (RMK) Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling (BK)  di Universitas Terbuka

Tangerang Selatan, 30 Agustus 2024 — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka sukses menyelenggarakan kegiatan “Penyamaan Persepsi Pengembangan Rancangan Mata Kuliah (RMK)” untuk Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling (BK) pada Jumat, 30 Agustus 2024. Acara ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom dan dihadiri oleh 22 pengembang RMK dari berbagai universitas ternama di Indonesia, seperti Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Negeri Makassar (UNM), dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Kegiatan dimulai pada pukul 13.30 dengan sambutan pembukaan dari Dekan FKIP Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ucu Rahayu, M.Sc. Dalam pidatonya, Prof. Ucu menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana untuk menyamakan persepsi dalam pengembangan kurikulum, sehingga menghasilkan rancangan mata kuliah yang tidak hanya memenuhi standar nasional tetapi juga mampu bersaing di tingkat global. “Kolaborasi antaruniversitas ini sangat penting untuk memastikan bahwa kita semua berada di jalur yang sama dalam mengembangkan kurikulum yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan zaman,” ungkapnya.

Setelah sambutan pembukaan, acara dilanjutkan dengan penyampaian petunjuk teknis dan laporan kegiatan oleh Wakil Dekan 1 FKIP Universitas Terbuka, Dr. Mery Noviyanti, S.Si., M.Pd. Dr. Mery memaparkan secara rinci strategi dan panduan teknis dalam pengembangan RMK yang meliputi proses penentuan kompetensi lulusan, struktur kurikulum, serta materi ajar yang akan digunakan. Beliau juga menekankan pentingnya pendekatan inovatif dan penggunaan teknologi digital dalam penyampaian materi untuk meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa. “Pengembangan RMK ini harus mampu menciptakan kurikulum yang tidak hanya sesuai dengan standar akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat,” ujar Dr. Mery.

Sebagai narasumber utama, Dr. Mestika Sekarwinahyu, M.Pd., membahas berbagai pendekatan pedagogis terbaru yang dapat diterapkan dalam kurikulum BK, termasuk penggunaan teknologi pendidikan, pendekatan berbasis masalah, dan pembelajaran berbasis proyek. Beliau juga mengajak peserta untuk berdiskusi mengenai tantangan dan peluang dalam penerapan metode ini di berbagai institusi.

Diskusi yang dipandu oleh moderator kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Para peserta, yang terdiri dari akademisi dan pengembang kurikulum dari berbagai kampus, aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait pengembangan RMK. Suasana diskusi berlangsung dinamis, dengan banyaknya gagasan dan pandangan baru yang muncul untuk menyempurnakan rancangan kurikulum yang sedang dikembangkan.

Pelaksanaan kegiatan secara daring ini memberikan kemudahan bagi para peserta untuk berpartisipasi tanpa terbatas oleh lokasi geografis, serta memperkuat jalinan kerja sama antaruniversitas dalam pengembangan kurikulum yang lebih inklusif dan berdaya saing. Para peserta menyepakati beberapa hal penting, seperti peningkatan kolaborasi antaruniversitas dalam pengembangan bahan ajar, pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pembelajaran jarak jauh, dan penyelarasan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.